They are Mine.
They are Mine.
![]() |
| alan-alan ndek Batu Bengkung |
Awalnya aku kira kuliah akan sangat menyenangkan, dan
kenyataannya memang benar. Kuliah sangat mbetahi.
Namun, tak bisa dipungkiri bahwa kehidupan kuliah kadang keras, jungkir balik
menguras pikiran dan tenaga. Klasik memang. Aku sudah semester lima rupanya,
satu tahun lagi aku bakal menemui garis finishku
dan melangkah ke garis start yang
baru.
Tidak mudah bagiku bisa sampai di Malang, akhirnya.
Aku pikir bakal sendirian menghadapi kehidupan baru nantinya. Beruntungnya aku
dipertemukan dengan mereka yang saat ini menjadi tempat aku pulang dan tempat berkeluh
kesah, bahkan tempatku bisa ngomong kotor tak terarah.
Aku ditempatkan di temnpat di mana aku diperuntukkan
menjadi diriku sendiri, dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Aku sadar
segala yang aku punya kadang tak selalu membuat orang lain suka. Tapi,
disinilah aku, berusaha selalu bahagia dengan segala kekuranganku. Mengadu
kepala dengan segala isinya dengan lebih dari 20 kepala lainnya. Mereka easy going, trimo opo onone. Ya, itu yang mebuatku betah dengan mereka. Di
manapun aku sibuk, tetap aku kembali kepada mereka. Kelasku yang penuh dengan
isu SARA. Haha
Mereka punya karakter masing-masing yang mebuat mereka
luar biasa. Aku suka. Mereka pintar, jorok, goblok, gendeng, alim, cantik, jelek, kalem, ember, setia, pelit, loman dan banyak kata sifat lainnya yang
mewakili mereka. Dengan segala kekeurangan dan kelebihan mereka, semua tumbuh
dan mencampur jadi satu.
Sungguh tiada kata yang bisa mengutarakan apa yang aku
rasakan terhadap mereka. Banyak sekali hal yang ingin aku tulis, namun susah.
Aku berjanji untuk selalu mengingat setiap kejiadian yang pernah aku alami
bersama mereka. Aku sempat berfikir bahwa, nanti kita mau jadi apa ya? Hehe.
Tentunya setelah kita punya kehidupan masing-masing. Aku berdoa setiap saat,
semoga di manapun nanti mereka berada, semoga tetap menjadi diri mereka seperti
saat aku pertama kenal tentunya dengan sedikit sentuhan kedewasaan.
Indah, Evi, Ayu, Ajeng, Ali, Della, Adnan, Putri,
Jaka, Ayul, Anggi, Satya, Ana, Rini, Dion, Yordan, Yula, dan Tia. Aku akan
selalu merindukan kalian…
Tak bisa membayangkan jika nanti mereka sudah bertemu
dengan jodoh mereka masing-masing dan punya anak, dan kita berkumpul bersama
setelah sekian lama pisah. Aku adalah orang pertama yang akan memukul mereka.
Mampus kon kabeh. Ada gak ya yang
nikah sama sama temen satu kelas wkwk.
-Di Kantor
Bestari setelah ditinggal Hubes, Hari Pahlawan 2017-

Komentar
Posting Komentar