Postingan

My Thesis Diary 1

Since it announced to write thesis diary, I think it will be so nice. Instead of an obligation in thesis writing class, I put also on my blog as my new content. Well, I already done my chapter 1 and find some new articles. However, revision is so possible, but I am not worry and afraid of that anymore. I believe that revision will drive me to the peak of perfection. In addition, I borrowed a book to support my argument in my thesis. It was not easy to deal with what we want most, graduation soon. So many distractions offered. Literary I confused. One by one, day by day they came completing my journey. First, (outside of my thesis story but I think it still relates to it), few weeks ago I announced as a representative of MC non-formal in Rector Cup. I was so excited. I told to my support systems, my family and friends. They were so extremely excited, too. Well, a day before competition, suddenly a committee from BEMFA told me that FKIP already kicked out by UMM FM (as the authori...

Bring my dream back, please!

It was so disappointing. Well, I was already told by X that I represent my own faculty in a prestigious competition, Rector Cup. But, that name is not as prestigious as it anymore. It was totally changed into horrible name. Okay, just now I got a chat from X that I could not join with that competition which is MC non-formal. It was such a heartbreaking. You know what? I already prepare everything, costume, text and mental as the most important one. My heart just beat slowly, I totally okay with that however I have gone to a particular place to rent the costume and deal with it. I thanked to Go-Jek who drove me anywhere I want. The reason was the related UKM kicked my faculty out from the competition. HAHA, pity you my faculty. This happened without any clear reason. I did really okay, but the way they buried my dream was so wrong. I NEED COMFIRMATION! Because it was a terrible issue, is it okay right to know the reason behind it? I NEED TRANSPARANCY. I realize that B** of my facul...

Nonton Pertandingan Dangdut Akademi Asia, eh Basket deng!

Well , dering pesan WA membelalakan telinga, ternyata sebuah pesan dari gadis berkacamata asal Gresik, ea. Pokonya tiba-tiba Tia ngeWA pas mau maghrib. Dia ngajak aku nonton pertandingan Dangdut Akademi Asia, eh basket putra Rektor Cup antara Fikes lawan FT. bakalan seru nih, apalagi kan ada teknik main. Rame. Okeh aku dukung Fikes lah ya, I love minority hehe. Aku akui performa tim Fikes is on fire and better than before . Banyak peningkatannya, kaya koordinasi lebih cihuy, pemainnya gak anta n lebih gesit. Tapi, Teknik gak mau kalah dong, mereka bringas aarrrrggghhhhh. Buat dapet skor pertama aja sampe kaya susahhhhh bangettttt. Aku greget sendiri liatnya, pengin langsung wisuda, ehm, langsung masuk lapangan. MEREKA GESIT BANGET, tempo permainannya aja cepet n singset. Yap, akhirnya Fikes tertinggal beberapa angka dari FT, tapi gak jauh beda kok. Biasalah setiap permainan ada dramanya, kaya sikut-sikutan, jatuh-jatuhan, peluk-pelukan, sampe presentasi-presentasian sidang....

ISPIRKSSSSSSSSSS

Sekarang aku udah semester enam lohhh. Trus kenapa emang? Penting buat aku gitu? Iya? Hmm sante dong, ini makanya aku jelasin. Semester enam ini menurutku semuanya serba penting. Kenapa? Segala sesuatu yang penting dalam dunia perkuliahan bakal dimulai, skripsi, KKN sama aku daftar Co.Trainer P2KK. Jujur sih hati ini deg-deg ser, udah dapet pembimbing artinya harus diseriusin, pembimbingnya, eh skripsinya maskudnya. Satu lagi, haha, KKN Yus. Okay, jujur kalo KKN aku pengin banget ditempatin di Pulau Guam. Wkwk. Pokoknya aku pengin di LUAR MALANG. TITIK. “Pak Sujono plis yaaa tempatin saya di luar Malang,” Oh ya Pak Sujono ini orang penting yang ngatur-ngatur KKN loh. Pikiranku sekarang mulai terpatri ke skripsi, entah kenapa, dalam benak asa dan jiwa sih aku husnudzon banget bisa nglewatin skripsi dengan gagah dan berani. Intinya lancar jaya dan lulus sesuai keinginan hati sanubari mama. Aku ngrasa pas baca skripsi orang di Diglib itu kaya gampanggggg bangetttttt...

Selamat Berjuang Yusron Sayang :*

Waw, you guys do you know , aku sekarang semester enam. Aku seneng banget soalnya udah naik semesternya dan perjalanan tinggal dikit lagi. Oh ya, kan ada tuh ya program hari pertama kuliah ditemenin orangtua. Tapi, aku gak… emang gak ada sih. Yaudah kok nyolot! Jujur aku gak terlalu eksayted , biasa aja. Apakah ini tanda aku kudu cepet-cepet nikah, eh lulus. Hari pertama kuliah gak ada kesan spesial kaya biasanya, kangen-kangenan sama temen kelas dan nyinyirin dosen baru. Gak ada sama sekali. Aku ngerasa pas pertama masuk kelas gak ada muka-muka kangen akan sosok Yusron yang mungil kekar bersahabat dengan alam rimba raya, cuma beberapa yang senyum-senyum kangen pas liat aku kaya Tia, Yula dan Ayul. Thanks anyway gurls J Udah mereka aja. Aku merindukan suasana kelas yang dulu yang selalu riang gembira dan beristiqamah pas hari pertama kuliah. MEREKA UDAH BENER-BENER BEDA. But, this is normal . Dan satu lagi, makin keliatan who they really are . Kita tetep keluarga kok, TETEP....

Momen Intim Bersama Mas Wildan dan Naila, SUMPAH?

Kemarin  (ini ceritanya sambungan kemaren, terusannya tulisan di bawah) aku putusin buat nyari bingkai, setelah menyusuri jalanan ramai Tlogomas, tak kujumpai satupun tukang bingkai. Lah, terus yang aku pernah liat itu di mana? Di mimpi? Apa aku hilang ingatan? Iyadeh kayanya. Duh. Jadi pas tau gak ada aku puter balik mikir keras di mana yang ada, eh ternyata di Wilis. Aku naik Go-Jek ke sana, dan akhirnya nemu. Tempatnya di depan Miami Chicken, aku buat dong bingkai di situ dannnnnnnnn jadi. Wassalam. Aku putusin pulang   buat rapat diklat bersama teman-teman Bestari terkece nan mencerahkan. Rapat berlangsung sengit dengan beberapa anggota dewan Bestari yang memilih walkout . Hahaha. Gak deng. Rapatnya berlangsung lancar dan selese sampe jam setengah delapanan. Oke, aku laper, dari tadi padi cuma makan bubur ayam. Jadi aku sama Naila n Mas Wildan pergi ke Mie Jiggong, hiii, Jogging maksudku. It’s been a long time ga makan mie hits ini, tapi emang gak terlalu ...

Perjalanan Mencari Bangkai, eh Bingkai, yang tiba-tiba nyambung ke kucing. WHAT?

Tepat hari Selasa tanggal 13 Februari 2018, aku putusin buat nyari tukang bingkai di Tlogomas. Tempat ini tuh udah sering banget aku liat pas jalan, tapi aku lupa tepatnya di mana, pokoknya ada di kanan jalan Tlogomas. Aku rencanain ke sana pake angkot aja, karena aku yakin angkot pasti lewat. Setelah dapet orderan nih ceritanya, lukisan yang udah dipesen Mba Sam mau aku bingkaiin. So pasti biar makin kece high class . Apa sih? Sebelumnya aku juga udah cari-cari di internet tukang bingkai yang ada di Malang. Pas nyari di rekomendasiinnya tuh Istana Pigura yang ada di Blimbing. Oke fix , jauh. Nah batinku aku yakin kok ada di Tlogomas, deket. Pas di kantor aku tanya juga ke Mas Diego yang tau banget tentang Malang, apapun, mau nama jalan, tempat makan enak, tukang rujak, sampe bengkel. Tau banget pokoknya. Dapet rekomendasi di Wilis. Oke, setelah aku pikir-pikir ternyata jauh dan aku gak mau terlunta-lunta mencari kitab suci sampe ke Wilis. AKU YAKIN AKU LOLOS KE BABAK SELANJUTNYA,...